Permasalahan saat ini stok obat tidak ada sehingga sapi yang sakit di Palembang semakin meningkat.
Sayuti memastikan, Pemerintah Kota Palembang terus berupaya maksimal mengatasi permasalahan itu yang sedang dikonsultasikan dengan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Balai Veteriner Lampung, dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk segera mendapatkan pasokan obat dan vaksin.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan Jafrizal mengatakan, obat-obatan yang dibutuhkan tersebut diantaranya, Antihistamin, vitamin dan obat-obat penurun demam.
Obat-obatan itu diharapkan segera tersedia untuk membantu penyembuhan sapi yang terpapar PMK, yang sudah tersebar secara merata ke seluruh peternakan di Palembang.
Wilayah sebaran tersebut meliputi peternakan sapi di kawasan Sekojo, Talang Jambe, Keramasan, Gandus, Sukawinatan, Sako, dan Sukajaya. “Selama stok obat hewan itu kosong, sebagai alternatif tim dokter memberikan paracetamol dan amoxillin kepada sapi ternak, untuk meredakan sakitnya,” katanya.