Salahkan Korsel, Korut Sebut Wabah Covid-19 Dipicu Benda Asing di Perbatasan

Rahman Asmardika
Korea Utara sedang menghadapi peningkatan kasus Covid-19. (Foto: Ist)

Korea Utara pertama kali mengakui adanya wabah Covid-19 beberapa bulan setelah negara itu melonggarkan penguncian perbatasan yang diberlakukan sejak awal 2020 untuk melanjutkan operasi kereta barang dengan China.

"Jika mereka menyimpulkan virus itu dari China, mereka harus memperketat tindakan karantina di daerah perbatasan sebagai kemunduran lebih lanjut bagi perdagangan Korea Utara-China," kata Lim.

Korea Utara telah mengklaim gelombang Covid telah menunjukkan tanda-tanda mereda, meskipun para ahli menduga pelaporan yang kurang dalam angka-angka yang dirilis melalui media yang dikendalikan pemerintah.

Korea Utara melaporkan 4.570 lebih banyak orang dengan gejala demam pada Jumat, dengan jumlah total pasien demam yang tercatat sejak akhir April mencapai 4,74 juta.

Pyongyang telah mengumumkan jumlah pasien demam setiap hari tanpa merinci apakah mereka telah tertular Covid, tampaknya karena kurangnya alat tes.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Korut Tuduh AS Ingin Bentuk Aliansi Militer seperti NATO di Asia, Singgung Latihan Perang

57 tahun lalu

Kim Jong Un Perintahkan Militernya Perkuat Pertahanan, Korut Segera Uji Coba Senjata Nuklir? 

57 tahun lalu

Ratusan Keluarga di Korut Diserang Wabah Penyakit Usus, Kim Jong Un Perintahkan Begini

57 tahun lalu

Ini Perkiraan Anggaran yang Dihabiskan Korut untuk Senjata Nuklir Tahun Lalu

57 tahun lalu

Kim Jong Un Pimpin Rapat Sambil Merokok Setelah Korut Tembakkan Artileri ke Dekat Korsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal