Saat Covid-19 Melonjak, Perawat di Palembang Bisnis Narkoba Beromzet Ratusan Juta per Bulan

Dede Febriansyah
Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi memperlihatkan barang bukti dari penangkapan DD, honorer yang bisnis narkoba bersama keluarga di Palembang. (Foto: Dede)

"Pelaku CI merupakan otak yang menjalankan bisnis narkoba yang melibatkan keluarga tersebut dan juga residivis kasus yang sama. Setiap ada sabu, CI selalu meminta MA untuk memecah barang haram itu dalam paket kecil dan menjualnya," Andi.

Setelah dipecah menjadi paket kecil, kata Andi, kemudian barang tersebut disimpan di atas genteng rumah keponakannya, ML. Setiap harinya ML mendapatkan upah Rp100.000.

"Sementara peran DD adalah yang mengatur transaksi keuangan penjualan sabu. Keempat tersangka merupakan warga Jalan Mayor Zen Lorong Sukarami Kelurahan Sungai Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang," kata Andi.

Dalam proses transaksi hasil penjualan sabu, DD diketahui menyetor kepada bandar besar yang berada di Kota Palembang. "Dalam dua minggu mereka dapat menjual sabu hingga Rp65 juta dan mendapat untung hingga Rp20 juta. Setelah barang habis, mereka pesan lagi kepada bandarnya," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Covid-19 di Sumsel Mendekati 30.000, Tertinggi Kota Palembang

57 tahun lalu

Kasus-Kasus COD Viral, dari Samurai hingga Disiram Air di Palembang

57 tahun lalu

Video Polisi Bersenjata Lengkap Gerebek Kampung Narkoba di Palembang

57 tahun lalu

PPKM Diperketat, Warga Palembang - Muara Enim Dilarang Rapat Tatap Muka

57 tahun lalu

Pemkot Palembang Diminta Tuntaskan Sengketa Pulau Kemaro

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal