Angkatan Darat AS memberikan bagan yang berjumlah hampir 1.900 entri untuk bahan peledak yang hilang, sekitar setengahnya dikatakan telah ditemukan. Mayoritas digambarkan sebagai C4/TNT. Kategori lainnya termasuk artileri, mortir, ranjau darat, granat, roket, dan granat penusuk lapis baja 40 mm yang ditembakkan dari peluncur.
"Bagan tersebut mewakili tinjauan catatan manual yang melelahkan," kata juru bicara Angkatan Darat Letnan Kolonel Brandon Kelley.
"Bahkan dengan tinjauan itu, para peneliti tidak selalu dapat menentukan jumlahnya, jadi misalnya tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti berapa pon C4/TNT yang terwakili dalam 1.066 entri," kata Kelley.
Dalam konteks luas Angkatan Darat, kata Kelley, jumlah bahan peledak yang hilang dapat diabaikan. "Selama dekade terakhir, Angkatan Darat telah mempertahankan akuntabilitas yang tepat dari 99,999984 persen amunisi," katanya.
Sedangkan Korps Marinir AS merilis data yang terlalu tidak jelas untuk menghitung penghitungan tyang tepat. Analisis kasar AP menunjukkan bahwa ribuan granat penusuk lapis baja dan ratusan pon bahan peledak plastik dilaporkan hilang atau dicuri.