Proyek Incinerator Sampah Palembang Ditunda karena Tidak Ada Investor

Dede Febriansyah
Proyek incinerator sampah di Palembang tidak ada investor. (Foto: Ist)

"Pembangunan incinerator ini murni investasi dari pihak ketiga Indo Green Power, dan Pemkot menggunakan jasa mereka untuk membakar sampah sebagai upaya menyelesaikan persoalan sampah," katanya.

Menurutnya, teknologi incinerator merupakan salah satu alat pemusnah sampah yang dilakukan dengan pembakaran pada suhu tinggi dan terpadu. Teknologi ini diklaim aman bagi lingkungan, karena emisi yang dihasilkan hanya menyisakan sedikit residu.

"Pengolahan sampah insinerator ini ramah, menyisakan sedikit ampas atau endapan dari setiap pengolahan sampah," katanya.

Mustain menjelaskan, teknologi incinerator dapat mengurai sampah sampai hingga 90 persen. Dari kapasitas 1.000 ton sampah yang diolah, hanya menyisakan residu sekitar 100 ton.

"Dan dari 100 ton residu itu, 80 persen bisa digunakan untuk bahan baku conblok, dan 20 persen dapat dipakai untuk bahan baku pabrik semen," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berhasil Tekan Inflasi, Sumsel Raih DID Rp10,32 Miliar dari Kemenkeu RI

57 tahun lalu

Karhutla di Ogan Ilir Sumsel, 5 Hektare Lahan Semak Belukar Terbakar

57 tahun lalu

4 Kabupaten di Sumsel dengan Angka Kemiskinan Tinggi, Nomor 2 dan 3 Rumahnya Tambang dan Perkebunan Besar

57 tahun lalu

Pengumuman, Tarif Penyeberangan Sumsel - Babel Naik Mulai 1 Oktober

57 tahun lalu

HK Akan Lepas Ruas Tol Penghubung Sumsel - Lampung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal