Menurut HD, program-program keagamaan seperti rumah tahfidz tersebut dibuatnya tak lain bertujuan agar anak-anak tidak hanya bisa mengaji dan membaca Kitab Suci Alquran saja melainkan Kitab Suci Alquran menjadi kitab yang dihayati dan menjadi pedoman hidup.
"Harapan kita seperti itu agar anak-anak kedepannya bukan hanya bisa mengaji dan hafal Alquran saja. Tapi benar-benar menghayati dan dipedomani dalam menjalankan kehidupan sehari-hari," katanya.
Selain program rumah tahfidz, di bidang keagamaan, HD juga sangat konsen memberikan perhatian kepada Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Daerah (P2UKD). Bahkan sejak awal Ia dikantik 1 Oktober 2018.
Dia berharap diaktifkannya kembali P2UKD bermanfaat untuk melayani masyarakat. Seperti memberikan informasi-informasi update terakhir dan aturan yang terbaru yang dibutuhkan masyarakat.
"Jika kondisi keuangan kita memungkinkan maka bisa saja dilakukan perbaikan kelayakan hidup untuk P2UKD," kata Deru.
Untuk diketahui, di masa kepemimpinan Gubernur Herman Deru Pemprov Sumsel aktif melahirkan program-program di bidang keagamaan demi menciptakan Sumsel yang religius. Salah satu ta dengan mengeluarkan program satu desa satu rumah tahfidz sejak tahun 2018. Saat ini program tersebut sudah berjalan dan didukung oleh berbagai pihak.