Sebelumnya, Pagar Alam merupakan kota administratif dalam lingkup Kabupaten Lahat. Namun, dari tinggalan megalitik di kawasan Suku Besemah ini, tampak jelas bahwa wilayah itu sudah dihuni manusia sejak zaman prasejarah.
Dikutip dari Majalah Arkeologi “Kalpataru” (2019), situs megalitikum tersebut berada wilayah seluas 80 km persegi, di dataran tinggi antara Bukit Barisan dan Pegunungan Gumay, di lereng Gunung Dempo.
Beberapa benda megalitik yang ditemukan antara lain lumpang batu, dolmen berkaki, bilik batu dan arca yang menggambarkan orang dibelit ular yang terdapat di situs Tanjung Aro, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam. Penelitian terhadap situs tersebut sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda.