"Maka proyek tidak ada yang boleh stop, tetap jalan terus. Bantuan langsung seperti (KUR) kita sudah dorong terus, sudah terjadi peningkatan semula 30 persen sekarang sudah mendekati 40 persentersalurkan," kata dia.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsih melalui Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sumsel Tri Ratna Dewi mengatakan ekonomi Provinsi Sumsel selama semester I-2020 mencapai 1,75 persen (c-to-c).
Menurut dia, ekonomi Sumsel di triwulan II-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,30 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan terbesar disebabkan oleh kontraksi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 22,19 persen.
Sementara itu dari sisi Pengeluaran disebabkan oleh Komponen Ekspor Luar Negeri yang mengalami kontraksi sebesar 13,34 persen.
"Kita masih tertolong di sumber daya alam yang kita punya, pertanian kita masih bagus, pertanian itu ada panen raya jadi itu bener-benar menolong pertumbuhan kita. Kalau kita tidak terbantu oleh sumber daya alam kita mungkin kita akan lebih terdampak lagi," katanya.