“Saat ini kondisi tanaman karet mulai membaik, sudah mulai rindang dengan ditandai daun-daun baru sudah tumbuh,” kata dia.
Puncak penyakit ini terjadi saat musim kemarau tahun lalu. Ada gugur daun alami juga. Kanopi (tutupan daun) tinggal 10 persen saja dan tanaman benar-benar merangas.
Sebenarnya, Pusat Penelitian Sumbawa sudah mendeteksi penyakit gugur daun ini sejak menerima laporan dari petani pada November 2017. Diketahui pada Februari 2018 sudah terjadi pengurangan kanopi sekitar 70 persen.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil, Rudi Aprian mengatakan penyakit gugur daun ini sempat mempengaruhi produksi getah karet Sumsel hingga 50 persen.
“Kini kondisi sudah membaik, sudah ada peningkatan produksi karet sejak sebulan terakhir,” kata dia.