Dari Rp2,7 triliun itu, kata Yusnin, terdapat sekitar Rp1 triliun lebih yang akan dikucurkan untuk BLT dana desa.
Yusnin melanjutkan, BLT dana desa ini diberikan kepada warga kurang mampu di desa yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan kartu pra kerja.
“Tiap orang nantinya akan mendapatkan Rp600.000. Bantuan berupa uang, bukan sembako,” kata dia.
Untuk pencairan BLT dana desa, lanjut Yusnin, kemungkinan di awal Mei 2020 ini. Pasalnya masih menunggu pencairan dana desa untuk BLT ini.
“Ada beberapa desa yang sudah cair dana desanya namun di Sumsel ini masih banyak sekali desa yang belum cair karena belum lengkap secara administrasi,” kata dia.
Dia mengingatkan agar desa yang sudah menerima dana desa dapat mengalokasikan anggaran untuk BLT selama tiga bulan berturut-turut.