Terkait perbedaan iklim Eropa dan Palembang bisa diatasi Ahmad Fauzi dengan bekal ilmu dari fakultas pertanian dan teman komunitas. Memanfaatkan ruang sempit di depan rumah, ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan di tengah lesunya ekonomi akibat pandemik Covid-19.
Fauzi memang tidak menjual anggur hasil panennya. Pasalnya tanaman ini sebagai semacam galeri untuk meyakinkan warga Palembang jika anggur bisa tumbuh dengan baik di bumi sriwijaya. Dia lebih fokus menjual bibit tanaman anggur New Booconor ini yang dikembangkan menggunakan teknik grafting atau sambung susu dengan memakai rostok batang bawah untuk memperbanyak bibit.
Bibit yang sudah kokoh dan memanjang bisa dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar. Untuk menjaga kesuburan, Fauzi menggunakan pupuk cair kreasinya yang berasal dari fermentasi kotoran wallet.
“Satu bibit tanaman dijual mulai harga Rp125.000 hingga 500.000 tergantung ukurannya. Kebanyakan pelanggan datang langsung kelokasi agar lebih yakin anggur ini bisa tumbuh di Palembang,” ucapnya.