Sayangnya, kakek Parni menolak. Dia seperti tak ingin hidup lagi. Sempat terdengar kalimat dari mulutnya jika dia ingin disuntik mati.
Beruntung, setelah dipaksa oleh beberapa tim, si kakek akhirnya dievakuasi. Tim medis sempat mengalami kesulitan saat hendak membawa kakek Parni karena dia menolak.
Bahkan tim harus menggendong paksa kakek Parni untuk bisa dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, Fitrianti memastikan sang kakek akan dirawat dengan baik.
“Saya pastikan jaminan kesehatan seluruh warga Palembang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Palembang,” kata Fitrianti.
Fitrianti juga meminta kepada camat, lurah maupun RT setempat untuk segera melaporkan.
“Lapor jika warganya mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan dan butuhkan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang,” katanya.