Orang Tua Santri Datangi Polda Sumsel Tanyakan Kelanjutan Perkara Penganiayaan Anaknya

Dede Febriansyah
Orang tua santri yang melaporkan anaknya diduga dianiaya senior datangi Polda Sumsel. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Sesekali, Erma juga kembali tak kuasa menahan tangis setiap kali mengingat cerita anaknya ketika mengalami tindak penganiayaan yang diduga dilakukan seniornya yang duduk di bangku kelas 3 SMA.

"Anak saya juga cerita kalau pernah dipukul pakai gantungan baju oleh terlapor itu," katanya.

Tak hanya kecewa atas tindakan terlapor yang diketahui adalah remaja berinisial NA, Ermawangi juga mengaku sangat tidak terima dengan sikap pesantren yang tidak bertanggung jawab bahkan terkesan menutupi kejadian tersebut.

"Saya ingin pihak ponpes membuka kasus ini sejelas-jelasnya dan semestinya bersikap tegas serta menaruh perhatian. Anak saya mengalami trauma psikis. Sampai sekarang tidak mau sekolah, dia takut, trauma, itu yang sangat saya khawatirkan," katanya.

Sementara pengacara keluarga korban, Ryan Gumay menyoroti soal pengakuan ponpes perihal kejadian yang dialami korban. Pihak ponpes menyebut kejadian sebenarnya bukan penganiayaan melainkan terlapor hanya mencengkram kerah baju korban.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Majukan Ketahanan Pangan Daerah, Gubernur Sumsel Sabet Indonesia Awards 2022

57 tahun lalu

Cuaca Hari Ini, Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Sumsel 

57 tahun lalu

Pelajar Ditangkap saat Membawa 7 Kg Ganja Dibawa ke BNN Provinsi Sumsel untuk Pengembangan 

57 tahun lalu

Rekonstruksi Percobaan Pembunuhan Anggota DPRD Muratara Digelar Polda Sumsel

57 tahun lalu

Kabur saat Ditangkap, Begal Sadis yang Tewaskan Pedagang Emas di Merangin Didor di Sumsel 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal