Lebih lanjut Endang mengatakan, kontribusi ekspor pertanian masih kecil yakni 6,67 juta dolar AS dari total nilai ekspor 286,80 juta dolar AS, tapi pertumbuhannya signifikan pada September 2020 jika dibandingkan Agustus lalu yakni mencapai 79,53 persen.
Padahal jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya tumbuh 15,93 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan ekspor dari sektor industri yang tergerus 7,12 persen, begitu pula dengan sektor pertambangan turun 27,44 persen. Hanya ekspor migas yang masih positif yakni tumbuh 1,04 persen.
"Kita ada ekspor kelapa, lada hitam dan ikan hidup hasil budi daya. Sekali lagi, memang ada peluang sektor pertanian di Sumsel ini. Peluang luar biasa jika lebih difokuskan lagi," kata dia.