Nelayan Sumsel Sebut Durasi Cuaca Ekstrem Makin Panjang

Antara
Nelayan memperbaikai kapal dan alat tangkap di Sungai Musi selama tidak melaut karena cuaca ekstrem. (Foto: Antara)

Kapal-kapal berkapasitas 30 GT itu harus melaut hingga ribuan mil lantaran jumlah ikan di perairan Sungsang, Bangka Belitung, sudah tidak banyak lagi. "Sejak tahun 1990-an, kapal-kapal sudah ke Pulau Natuna. Bukan hanya dari Palembang, daerah-daerah dari Sumatera juga ke sana," ujar dia.

Aziz (64), nelayan asal Sungsang, Banyuasin mengeluhkan kurangnya tangkapan ikan sejak sepuluh tahun terakhir sehingga memaksanya harus berlayar hingga ke Kepulauan Riau. Namun, upaya itu pun sulit karena gelombang laut yang demikian tinggi bukan hanya di saat musim angin barat.

"Jika hanya berlayar ke perbatasan Bangka, jumlah tangkapan sudah sangat sedikit, jadi saya dan teman-teman ke Kepulauan Riau, mau tidak mau," kata Aziz.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pusri Terima Banyak Penghargaan, Ketua DPRD Sumsel: Harus Dirasakan Masyarakat

57 tahun lalu

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Sumsel Capai 4,8 Persen, Ini Daerah Tertinggi dan Terendah

57 tahun lalu

Prakiraan Cuaca Sumsel, Hujan Mengintai 7 Kabupaten dan Kota

57 tahun lalu

Sumsel Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng, Ini Lokasi dan Jadwalnya

57 tahun lalu

PNS Bisa Terima Bansos, Plt Kadinsos Ogan Ilir Sumsel Dicopot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal