Menag Ungkap Biaya Haji Lebih Mahal karena Covid-19

Kiswondari
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR. (Foto: Sindonews)

Menurut Yaqut, ada beberapa variabel yang mempengaruhi pembiayaan sehingga diperlukan penyesuaian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Terdapat empat variabel yang paling berpengaruh, yaitu, kuota, protokol kesehatan, pajak tambahan, dan kurs.

Secara matematis, kata dia, semakin kecil kuota jemaah yang diberangkatkan, maka semakin besar beban biaya per orangnya. Salah satu variabel penentu perhitungan tersebut adalah penerapan protokol kesehatan pada aspek transportasi.

"Kami berharap ada kesepahaman atau sinkronisasi antara ketentuan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan penerapannya dalam kegiatan transportasi menurut Kementerian Perhubungan, terutama menyangkut jarak fisik (physical distancing) dan persyaratan tes swab. Adanya sinkronisasi protokol akan memudahkan kami dalam mengimplementasikan skenario sekaligus menghitung biaya secara lebih tepat," ucap Yaqut.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Tiga Komoditas Ekspor Penopang Ekonomi Sumsel

57 tahun lalu

Ditopang Kelapa Tujuan China, Ekspor Pertanian Sumsel Melejit 74,80 Persen

57 tahun lalu

Sumsel Segera Miliki PLTU Mulut Tambang, Target Beroperasi Maret 2020

57 tahun lalu

Komentari Dana Bangub Sumsel, Ini Kata Djazuli Kuris

57 tahun lalu

Gubernur Sumsel Ingatkan Ancaman Covid-19 Makin Meningkat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal