Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuturkan pemberian kuota internet belajar selama 3 bulan ini dilakukan dengan pertimbangan atau asumsi bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka ditargetkan dapat dimulai pada awal tahun pelajaran 2021-2022, yakni di bulan Juli 2021.
Selanjutnya sesuai pembicaraan awal dengan Kemenkeu, kata dia, Kemenag akan mengajukan kembali tambahan anggaran untuk pemberian kuota internet tahap kedua. Dengan catatan, apabila sampai batas waktunya belum dapat diselenggarakan proses pembelajaran secara tatap muka.
"Perlu disampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan pembahasan dengan pihak Kementerian Keuangan terkait usulan Kemenag tersebut,” tutur dia.