Keberadaan anaknya pada saat kejadian diyakini Ningsih lantaran dirinya selalu terbangun saat malam hari hingga subuh lantaran aliran air PDAM di kawasan tempat tinggalnya terjadwal menyala di waktu itu. "Anak saya lagi tidur karena besok harus bekerja," katanya.
Tiga hari pascakejadian penyeroyokan tersebut, kata Ningsih, anggota Polrestabes Palembang mendatangi kediaman masing-masing dari lima pemuda terduga pelaku pengeroyokan tersebut.
Dugaan tindak kekerasan yang dialami kelima pemuda tersebut juga diketahui pihak keluarga melalui postingan akun media sosial salah satu anggota yang ikut melakukan penangkapan.
Akan tetapi rekaman video itu saat ini sudah dihapus oleh pemilik akun. Namun, pihak keluarga sempat mengambil video yang pernah diviralkan itu.
"Dalam video itu, anak saya memang mengaku ikut pengeroyokan. Tapi pengakuan itu dia sampaikan karena dipaksa. Anak saya dipukuli bahkan diancam akan ditembak kalau tidak mau mengaku. Namanya anak kisaran 18-20 tahun, pasti takut dapat ancaman seperti itu," ucapnya.