Mata Berkaca-Kaca, Tiga Perempuan Datangi Propam Polda Sumsel Minta Keadilan

Dede Febriansyah
Tiga ibu-ibu mendatangi Propam Polda Sumsel melaporkan kasus dugaan salah tangkap terhadap anak mereka. (Foto: Dede F)

Keberadaan anaknya pada saat kejadian diyakini Ningsih lantaran dirinya selalu terbangun saat malam hari hingga subuh lantaran aliran air PDAM di kawasan tempat tinggalnya terjadwal menyala di waktu itu. "Anak saya lagi tidur karena besok harus bekerja," katanya.

Tiga hari pascakejadian penyeroyokan tersebut, kata Ningsih, anggota Polrestabes Palembang mendatangi kediaman masing-masing dari lima pemuda terduga pelaku pengeroyokan tersebut.

Dugaan tindak kekerasan yang dialami kelima pemuda tersebut juga diketahui pihak keluarga melalui postingan akun media sosial salah satu anggota yang ikut melakukan penangkapan.

Akan tetapi rekaman video itu saat ini sudah dihapus oleh pemilik akun. Namun, pihak keluarga sempat mengambil video yang pernah diviralkan itu.

"Dalam video itu, anak saya memang mengaku ikut pengeroyokan. Tapi pengakuan itu dia sampaikan karena dipaksa. Anak saya dipukuli bahkan diancam akan ditembak kalau tidak mau mengaku. Namanya anak kisaran 18-20 tahun, pasti takut dapat ancaman seperti itu," ucapnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Palembang Berawan Tebal, 14 Daerah Lain di Sumsel Berpotensi Hujan

57 tahun lalu

Termasuk Sumsel, 9 Provinsi Catat Nol Kasus Baru Covid-19

57 tahun lalu

Porprov Sumsel Ajang Cari Atlet untuk Dikirim Aceh

57 tahun lalu

Anak Ditangkap Kasus Jambret, Emak-Emak Penjual Kerupuk Keliling Datangi Polda Sumsel

57 tahun lalu

11 Kabupaten dan Kota di Sumsel Rawan Longsor dan Banjir, Ini Rinciannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal