Ia pun meminta doa dan dukungan dari masyarakat Kota Lubuklinggau, ke depan agar pengurus masjid mampu membangun pagoda dan memperlebar area lahan parkir masjid.
Sejak rampung penggarapannya pada Idul Fitri tahun lalu, masjid dengan luas bangunan 16 x 20 meter tersebut, mampu menampung 300 jamaah, dan sudah dimanfaatkan warga untuk beribadah sehari-hari. "Untuk ramadan tahun ini, masjid ini menggelar tarawih perdana. Alhamdulillah antusias masyarakat tinggi," ujarnya.
Ia pun mengungkapkan, selain jamaah warga lokal, juga banyak jamaah dari luar wilayah Kali Kesik yang merasa penasaran dengan keunikan dan keindahan arsitektur masjid bernuansa Tionghoa ini.
"Bukan hanya warga Lubuklinggau, yang datang karena penasaran terutama saat sebelum bulan suci Ramadan kemarin. Bahkan ada yang sengaja datang dari Provinsi Bengkulu, untuk foto-foto dan salat," katanya.
Selama bulan suci Ramadan, Masjid Musi Al Mualaf ini menyediakan buka puasa bersama untuk jamaah yang datang ke masjid ini. Kemudian setiap menjelang berbuka puasa ada kultum dan selesai tarawih dilanjutkan tadarus Alquran.