Sementara itu, Taliban berharap sisi komersial bandara Kabul dibuka kembali untuk penerbangan dalam beberapa hari mendatang.
Penerbangan yang membawa tentara terakhir Amerika berangkat dari Afghanistan pada Senin malam, menandai berakhirnya kehadiran militer AS selama hampir 20 tahun di negara itu.
"Ada banyak patah hati yang terkait dengan keberangkatan ini," kata Komandan Komando Pusat (CENTCOM) AS Jenderal Kenneth McKenzie tentang penutupan operasi evakuasi.
Dia mengakui evakuasi tersebut tak bisa membawa seluruh orang. "Kami tidak mengeluarkan semua orang yang kami inginkan," ujarnya.
Selain orang-orang yang tertinggal di Kabul, Jenderal McKenzie mengatakan AS juga meninggalkan peralatan seperti sistem C-RAM (counter-artillery, artillery and mortar) yang digunakan untuk menembak jatuh roket, serta puluhan Humvee lapis baja dan beberapa pesawat.
Jenderal Amerika itu menambahkan bahwa peralatan telah dinonaktifkan dan pada akhirnya tidak ada yang mampu menjalankan misi.