Legenda Putri Kemarau, Pengorbanan Anak Raja Demi Rakyatnya

Rina Anggraeni
Legenda Putri Kemarau (Foto: Tangkapan Layar/ YouTube Dongeng Kita)

JAKARTA, iNews.id- Legenda Putri Kemarau merupakan kisah dari Provinsi Sumatera Selatan. Alkisah ada negeri di Sumatera bagian Selatan yang saat ini ibu kotanya adalah Palembang. 

Di masa lampau negeri tersebut dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana dan memberi nama putri Jelitani karena lahir di musim kemarau, sang raja memanggil anaknya Putri Kemarau. 

Beberapa tahun kelahiran Putri Jelitani,  sang permaisuri meninggal hingga negeri itu memulai musim kemarau yang berlangsung lama dan bertahun-tahun. 

Musim kemarau ini memakan korban seperti banyak hewan ternak yang mati akibat kelaparan. Tidak hanya itu, wabah penyakit pun menyerang masyarakat.  Sang raja pun memanggil peramal untuk meminta nasihat bagi keberlangsungan kerajaannya itu. 

Peramal tersebut  mengungkapkan, penyebab kemarau disebabkan banyak jin yang terletak di gunung itu marah. Dukun itu pun menyarankan raja menyiapkan emas dan berlian untuk meredakan amarah jin. Karena sudah putus asa, raja memenuhi permintaan peramal.

Bukannya diberikan kepada  jin yang terletak di gunung, peramal itu malah menyembunyikan emas dan berliannya. Hingga, belasan tahun negeri Sumatera Selatan tetap mengalami kemarau.  Sampai Putri Jelitani meminta doa kepada Tuhan dan raja sudah tidak pernah lagi menghampiri peramal. 

Suatu malam, Putri Kemarau bermimpi bertemu dengan ibunya. Padahal, selama ini  belum pernah bertemu. Di dalam mimpinya, sang ibu menyarankan untuk menghilangkan musim kemarau, harus ada seorang perempuan yang rela berkorban dengan  menceburkan diri ke laut.

Begitu terbangun, sang putri langsung menceritakan tentang mimpi itu kepada ayahandanya. Ternyata, sang raja pun sudah bermimpi mendapat bisikan gaib berisikan  pesan yang sama dengan anaknya. Maka, pada esok harinya, sang raja segera mengumpulkan semua rakyatnya untuk menyampaikan pesan tersebut.

Namun,  tidak ada seorang pun gadis yang berani mengajukan diri. Di tengah keheningan, tiba-tiba Putri Kemarau yang duduk di samping ayahandanya bangkit dari tempat duduk dan meminta untuk dirinya  rela mengorbankan jiwa demi kemakmuran rakyat negeri ini. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,1 Guncang Musi Rawas Utara Sumsel

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG Hari ini, Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Sumatera Selatan

57 tahun lalu

Kapolri Panen Raya Jagung di OKU Timur Sumsel, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

57 tahun lalu

Takut Dicerai Suami, Istri di Lubuklinggau Nekat Bakar Rumah yang Sudah Dijual

57 tahun lalu

Tragis! Balita 2 Tahun Hilang di Pinggir Sungai Musi, Diduga Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal