Sementara itu para korban yang selamat juga mengalami luka berat dan luka ringan. Para korban selamat di antaranya, Satimen (50), Marbiro, Budi (30), Aqila (1), Feli (32), Febro (21), Hainim (50), Setio (38), Satimin (37), dan Risa (15).
Camat Karang Agung Ilir Musi Banyuasin, Yose Rizal mengatakan, ada lima orang warganya yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan kapal cepat itu. “Warga kami yang jadi korban lima orang. Sebagian sudah dibawa keluarga,” kata Yose Rizal di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (19/3/2019).
Sementara menurut keterangan dari penumpang yang selamat, Budi, tidak diketahui secara pasti penyebab speed boat tersebut oleng, lalu menabrak pohon hingga hancur dan tenggelam.
Budi mengaku selain dirinya, istri dan anaknya yang masih balita juga berhasil selamat dari insiden itu. Saat kejadian, mereka duduk di bagian belakang hingga tidak mengalami benturan.
“Alhamdulillah kami tidak terkena benturan. Sebelum kejadian, tiba-tiba saja kapal oleng dan menabrak pohon. Tapi, saya tidak tahu kenapa tiba-tiba oleng,” kata Budi.
Diberitakan sebelumnya, Kapal Speed Boat Awet Muda berkekuatan 200 PK berangkat dari Primer Karang Agung, Musi Banyuasin, Sumsel, menuju Pelabuhan Benteng Kuto Besak, Palembang. Kapal tiba-tiba oleng dan menabrak pohon pedado yang berada di pinggir sungai hingga hancur di perairan Sungai Musi, Desa Upang Jaya Jalur 10 Muara Telang, Banyuasin.