Terjadinya peningkatan tersebut, kata Ibnu, juga dipicu adanya ibur panjang pada akhir Oktober 2020, seiring dengan era kenormalan baru dimana mulai banyak beroperasinya sarana transportasi, baik umum maupun kendaraan pribadi, industri, pusat perbelanjaan dan pelaku UMKM.
"Pasca libur panjang, Pertamina juga memastikan ketersediaan, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman di Sumbagsel, yang wilayahnya meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung,” katanya.
Menurutnya, Pertamax Turbo dengan nilai oktan 98 digunakan untuk bahan bakar mesin bensin, sementara Pertamina Dex dengan Cetane Number 53 yang digunakan untuk bahan bakar jenis kompresi atau mesin diesel merupakan BBM terbaik di kelasnya.
"Selain untuk menjaga performa mesin kendaraan, penggunaan BBK juga senantiasa menjaga stabilisasi udara, dikarenakan emisi gas buang yang dihasilkan berkadar karbon rendah dan ramah lingkungan," katanya.
Sementara itu, untuk konsumsi LPG sektor rumah tangga Non Subsidi jenis Bright Gas 5,5 Kg dan LPG 12 Kg masing-masing meningkat sebesar 13 persen dari konsumsi September ke Oktober. "Bright Gas 5,5 Kg meningkat dari 680 metrik ton menjadi 768 metrik ton. Dan konsumsi LPG 12 Kg meningkat dari 3.626 metrik ton menjadi 4.088 metrik ton," jelasnya.