Kisah Pendidikan Suku Anak Dalam, Suku Bangsa Minoritas di Hutan Sumsel-Jambi

iNews.id
Balai kayu sarana pendidikan anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumsel. (Foto: Ist)

Pihak ketiga yang membantu adalah PT Marga Bara Jaya, yang menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Mulai Menerima Moderenisasi 

Pendi, tokoh masyarakat setempat menyambut baik pendirian balai pendidikan tersebut. "Kami ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, maka itu saung ini sangat penting agar mereka punya tempat belajar. Terima kasih juga kepada Pemkab Muba, PT MBJ, dan pemerintah desa,” ujarnya.

“Jangan sampai anak-anak seperti kami, orang tuanya yang buta huruf," katanya. Diharapkan nantinya dari saung ini jumlah masyarakat SAD terdidik akan meningkat.

Dalam beberapa tahun terakhir jumlah masyarakat SAD yang mengecap pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi naik cukup pesat. Ini tak terlepas dari pengaruh modernisasi yang merambah pemukiman mereka.

Masyarakat SAD di Bayung Lencir pada umumnya sudah beradaptasi dengan masyarakat umum, seperti berpakaian dan menetap di rumah. Mereka juga memiliki televisi, radio bahkan parabola.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wagub Mawardi Yahya Ragukan Data Kemiskinan Sumsel

57 tahun lalu

Kejati Sumsel Diminta Berantas Korupsi di Lingkungan Pemda

57 tahun lalu

Kasus Covid-19 Bertambah 13.668, Sumsel Sumbang 151 Pasien

57 tahun lalu

Selasa 22 Juni Wilayah Sumsel Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

57 tahun lalu

Kasus Covid-19 di Sumsel Mendekati 30.000, Tertinggi Kota Palembang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal