Ingin mendapatkan tempat yang lebih layak untuk mengasah kemampuannya, ia pun sempat hijrah ke Belanda dan bermain untuk sebuah klub sepak bola di Heemstede, Belanda.
Karena ingin meneruskan pendidikan sementara tidak ingin mematikan karier sepakbolanya, ia pun hijrah ke Amerika. Dipo pun sempat bergabung dengan Chivas USA, Turbo FC, LA Legends, LA Blues, dan Deportivo Knights.
Sampai pada akhirnya, pada tahun 2012 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memanggil pria berusia 23 tahun ini untuk memperkuat tim nasional.
Namun, karena syarat menjadi anggota timnas harus bergabung dengan salah satu klub sepakbola, ia pun sempat melakukan trial dengan Sriwijaya FC (Palembang), Persebaya (Surabaya), Arema (Malang), dan Persijap (Jepara).
Namun, nasib membawanya pada jalan yang lain. Intervensi pemerintah tahun 2015 terhadap sepak bola Tanah Air bermuara pada sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasioal (FIFA) terhadap PSSI.