Kedelai Mahal dan Minyak Goreng Langka, Pelaku UMKM Rumahkan Pegawai

Dede Febriansyah
Aktivitas tempat pembuatan tahu dan tempe. (Foto: Ist)

PALEMBANG, iNews.id - Tingginya harga kedelai dan adanya kelangkaan minyak goreng membuat sejumlah pelaku usaha kecil mulai menghentikan operasionalnya. Seperti yang terjadi pada pembuat tahu goreng di Desa Biuku, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin yang telah beberapa hari tidak beroperasi.

Lihin, pelaku usaha olahan makanan berbahan dasar tahu mengatakan, bahwa dirinya sudah dua hari tidak menjual tahu goreng lantaran tingginya harga kedelai dan langkanya minyak goreng.

"Lima karyawan saya terpaksa dirumahkan, karena tidak beroperasi. Mereka juga tidak menerima upah, lantaran tidak membuat tahu goreng," ujar Lihin, Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir dirinya kesulitan mendapati minyak goreng. Meski sudah ada langganan yang menyuplai minyak goreng, namun saat ini harus terhenti lantaran langkahnya minyak goreng, sehingga berdampak pula pada usahanya yang berhenti beroperasi.

Selain itu, lanjut Lihin, mahalnya harga kedelai, membuat dirinya juga tidak lagi bisa menyetok kedelai. Bila pun menyetok kedelai, tetap saja tidak bisa memproduksi tahu goreng lantaran tidak adanya minyak goreng.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejumlah Wilayah di Sumsel Cerah Berawan Hari Ini

57 tahun lalu

Kasus Aktif Covid-19 Sumsel Capai 9.026 Pasien, 398 Orang Dirawat di Rumah Sakit

57 tahun lalu

Kasus Positif Covid-19 Sumsel Bertambah 1.166 Orang

57 tahun lalu

BKSDA Sumsel Akan Pasang Alat Pemantau di Tubuh Gajah Sumatera

57 tahun lalu

Atlet Sumsel Keluhkan Bonus PON Papua yang Tak Kunjung Cair

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal