“Saat ini masih di kisaran 0,92 persen,” katanya.
Opsi perpanjangan PSBB juga mempertimbangkan riset Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya dan Dinkes Palembang yang menyebut puncak kurva Covid-19 di Kota Palembang akan terjadi pada 8 Juni.
Prediksi menghitung indikator angka insidensi penyakit yang disesuaikan dengan jumlah penduduk dan tingkat transmisibility sebesar 2,5 persen serta besaran rata-rata kontak kasus.
Selain itu berdasarkan pertimbangan paparan perilaku masyarakat selama PSBB, terdapat 16 persen masih berkegiatan di kantor, 15 persen mengakses pelayanan kesehatan, lima persen berkegiatan di pasar dan 30 persen berada di rumah.
"Besok kami akan rapat lagi untuk evaluasi PSBB," kata dia.