Angin yang kencang membuat proses pemadaman menemui kendala, bahkan beberapa kali petugas harus mundur agar tidak dijilat api.
Kapala Balai KLKH Sumsel, Ferdian Krisyanto mengatakan, ada sejumlah warga dievakuasi ke mobil karena asap yang begitu pekat. Asap tebal sudah menyelimuti rumah - rumah warga sehingga khawatir rumah mereka terbakar.
"Tapi masih ada saja warga yang rumahnya sudah sangat dekat dengan api sekitar 10 meter masih ngotot di rumahnya, padahal asap juga sudah tebal," katanya.