Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir Pastikan Karyawan BUMN Terpapar Covid di Sumsel Terjamin Obat dan Perawatannya
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Hibah Rp2 Triliun di Sumsel, Ini Alasan PPATK Lakukan Profiling

Rabu, 04 Agustus 2021 - 13:00:00 WIB
Heboh Hibah Rp2 Triliun di Sumsel, Ini Alasan PPATK Lakukan Profiling
PPATK melakukan penelurusan terkait hibah Rp2 triliun yang menghebohka. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kasus sumbangan atau hibah Rp2 triliun yang menghebohkan di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menarik perhatian. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun turun tangan melakukan penelurusan. 

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae menjelaskan alasan pihaknya turun tangan terkait kasus sumbangan Rp2 triliun dari Heriyanti selaku anak bungsu almarhum pengusaha Akidi Tio.

Alasan pertama adalah adanya kecurigaan terkait latar belakang profil dari yang bersangkutan. "Buat kita, isu sumbangan Rp2 triliun ini menjadi penting. Dana ini cukup besar dan ada inkonsistensi dengan profil yang bersangkutan Heriyanti dan keluarga Akidi Tio," ujar Dian, Rabu (3/8/2021).

Alasan kedua lantaran uang sumbangan tersebut diberikan kepada Politically Exposed Person (PEP). Kepolisian dan pemerintah daerah termasuk dalam kategori tersebut, yang memerlukan pengawasan lantaran isunya yang sensitif.

"Oleh karenanya kita langsung melakukan penelitian terhadap isu ini supaya memastikan saja bahwa uang itu betul-betul bisa direalisasikan. Kemudian, tidak ada isu yang terkait dengan integritas, karena melibatkan pejabat negara," katanya.

Dian memberikan contoh, jika sumbangan sebesar itu diberikan oleh lima konglomerat Indonesia, kasusnya tidak akan seramai belakangan ini.

"Seandainya ya, sumbangan ini diberikan oleh katakanlah lima konglomerat terbesar Indonesia yang income-nya triliunan di setiap tahun mungkin tidak ada yang mempertanyakan. Karena, profilnya clear," ujarnya.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut