Adanya kepercayaan pemerintah sebagai penyalur KUR ini juga diharapkan dapat menutupi kinerja perusahaan pada penyaluran kredit di sektor komersial besar. Untuk sektor ini, BNI belum menjamin bakal pulih sehingga hanya menargetkan pertumbuhan 2-3 persen saja.
Sementara Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo mengatakan pihaknya menyalurkan kredit UMKM di sektor riil, salah satunya konstruksi dan pertanian.
“Kalau melihat size-nya, kredit UMKM kami banyak diserap sektor kontruksi dan pertanian. Selain kredit UMKM, kami juga telah menyalurkan KUR (kredit usaha rakyat),” katanya.
Antonius melanjutkan kuota KUR Bank Sumsel Babel bahkan telah meningkat jadi Rp550 miliar pada tahun 2021 dari sebelumnya Rp500 miliar.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, porsi kredit UMKM Bank Sumsel Babel sebesar 11,7 persen atau senilai Rp1,6 triliun terhadap total kredit perusahaan yang mencapai Rp14,1 triliun.
Sementara itu KUR berhasil mencatatkan pertumbuhan 9,4 persen menjadi Rp196 triliun di tahun 2020. Kondisi ini menjadi gambaran percepatan pemulihan sektor UMKM yang diharapkan bisa menopang pemulihan ekonomi.