Mereka tidak menyangka Ferman menjadi korban dalam bentrokan di Kota Sorong. Sebab beberapa jam sebelum bentrok terjadi, Ferman masih sempat menghubungi ibunya melalui sambungan video call.
"Katanya mau pulang pulang nanti Sincia. Dia bilang mau pulang tanggal 31 (Januari) nanti," kata Ferawati (60) ibu kandung Ferman.
Sebagai ibu, Ferawati mengaku tak ada firasat buruk terhadap anak tersebut.
Diketahui, korban merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Ferawati dan Efendi Alim (61).
Dia juga sudah memiliki seorang istri namun belum dikaruniai buah hati. Kabar terjadinya bentrokan di kota Sorong baru diketahui keluarga pada satu hari setelahnya yakni Selasa (25/1/2022).