“Tidak ada pemalakan, suami saya saat itu cuma mendekat karena melihat ada keributan,” katanya.
Kuasa hukum keluarga korban penembakan, Iir Sugiarto meminta polisi agar mengungkap kasus ini secepatnya. Sejak dilaporkan pada 24 Juli 2019 hingga saat ini, belum ada perkembangan atas penanganan kasus tersebut.
“Kami minta pelaku diproses secepatnya agar tercipta keadilan. Akibat penembakan ini telah mengancam keberlangsungan hidup istri dan kelima anak yang ditinggal almarhum. Apalagi almarhum merupakan tulang pungung keluarga,” katanya.
Diketahui, almarhum ditemukan terkapar dengan luka tembak pada bagian dada di Simpang Macan Lindungan pada 22 Juli silam. Kejadian ini bahkan viral di media sosial (medsos). Pelaku penembakan yakni sopir truk yang sekaligus polisi. Baik pelaku penembakan maupun keluarga korban sama-sama telah membuat laporan polisi atas peristiwa tersebut.