Israel Bebaskan Pemuda Palestina setelah 2 Bulan Mogok Makan

Syarifudin
Pemuda Palestina, Al-Ghadanfar Abu Atwan (28) akan dibebaskan dari penahanan Israel setelah mogok makan selama dua bulan. (Foto: Ist)

Efek dari pemogokan itu berdampak pada kondisi kesehatannya. "Sekarang dia terlihat seperti hantu dirinya sendiri," ujar ibunya Majdoleen setelah mengunjunginya pekan lalu.

"Pipinya cekung, tubuhnya sangat lemah, dia hampir tidak bisa berbicara, dia tidak bisa berjalan atau bahkan bergerak," papar dia.

Al-Ghadanfar telah menghabiskan hampir tujuh tahun hidupnya sejak usia 19 tahun di tahanan Israel, atau telah ditangkap dan dipenjarakan Israel empat kali.

Tiga dari empat penahanannya, termasuk hukuman penjara terakhir, adalah hukuman penahanan administratif dan totalnya hampir lima tahun penjara.

Kebijakan Israel melakukan penahanan tanpa proses pengadilan ini mendapat kecaman internasional.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cegah Kerumunan, Polda Sumsel Ingatkan Warga Batasi Mobilitas saat Idul Adha

57 tahun lalu

Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina, Ini Reaksi Tak Terduga Kedubes AS

57 tahun lalu

Sumsel Berpotensi Hadapi Hujan Lebat Disertai Angin

57 tahun lalu

Positif Covid-19 Bertambah 38.391 Sehari, Sumsel Sumbang 296 Kasus 

57 tahun lalu

Tentara Israel Serang Penjara Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal