PALEMBANG, iNews.id - Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Bulog dapat menyerap hasil panen petani dengan maksimal. Hal ini menyusul adanya keluhan petani yang kesulitan dan menjual hasil panen di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
Bulog menetapkan HPP beras sebesar Rp5.300 untuk gabah per kilogram dan Rp8.300 untuk beras per kilogram, namun petani di Sumsel hanya bisa menjual gabah dengan harga Rp3.500 - 4.000 per kilogram.
Rendahnya harga jual ini diyakini dampak dari panen serentak yang dilakukan di wilayah Sumsel. Untuk itu, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta kepada Bulog agar semaksimal mungkin melakukan penyerapan beras milik petani.
"Saya memanggil Bulog, DPRD dan semua pihak terkait dengan pangan di Sumsel. Saya sudah menginstruksikan kepada Bulog untuk lebih sensitif dengan pasar. Ada guncangan di tengah petani bahwa harga jual di bawah HPP. Ini ada unsur paniknya juga," ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Rabu (31/3/2021).
Dijelaskan Deru, saat ini produksi beras di Sumsel sedang meningkat. Bahkan di tahun lalu, produksi di Sumsel tercatat 2,7 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). "Kita berterima kasih kepada petani sudah memaksimalkan produksi beras di Sumsel. Tapi, untuk bisa mengatur harga jual memang harus ada strategi, seperti jadwal panen dan waktu penjualan oleh petani, semua itu harus diatur," katanya.