Dorong UMKM Sumsel Tembus Pasar Global, BI Gandeng Perusahaan Perantara

Dede Febriansyah
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo. (Foto: Dede F)

"Umumnya UMKM bermasalah pada ketersediaan bahan baku, misal menyediakan daun purun untuk memenuhi permintaan anyaman, sehingga mereka sulit untuk menjaga kuantitas dan kualitas," ujarnya.

Terlepas dari beragam persoalan itu, lanjut Hari, sebenarnya UMKM sudah layak menjajal pasar global, karena selama pandemi ini sebagian besar sudah mengaplikasikan digital marketing dan digital payment.

"Dari catatan BI, dari 295 ribu merchant di Sumsel terdapat 90 persen pelaku UMKM yang sudah menerapkan digitalisasi. Saat ini BI sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan perantara (aggregator) untuk membuka akses pasar pelaku UMKM ke luar negeri. Inilah salah satu solusinya," ucapnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Realisasi Vaksinasi di Sumsel, Palembang Tertinggi dan Empat Lawang Terendah

57 tahun lalu

Capaian Vaksinasi Masih Rendah, Anggota DPRD Sumsel: Dinkes Perlu Kerja Ekstra

57 tahun lalu

Makin Melandai, Kasus Baru Covid-19 Sumsel di Bawah 10 Orang

57 tahun lalu

Plh Bupati OKU Paparkan Proyek Prioritas di Kantor Gubernur Sumsel, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

UMKM Kerajinan Tangan Sumsel Bisa Tembus Ekspor, Ini yang Harus Dilakukan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal