"Anggaran yang dipotong untuk penaganan Covid-19 di Sumsel nilainya mencapai hampir Rp2 miliar. Hal ini membuat berbagai kegiatan di dinas terkendala," kata dia.
Selain itu, kata Topan, banyak destinasi wisata yang belum secara utuh dihibahkan ke Dinas Pariwisata untuk dikelola. Topan mengaku sudah mempunyai rencana festival musik anak jalanan ekonomi kreatif.
"Untuk menarik wisatawan ke OKU memang harus ada kegiatan seperti festival, tapi tetap saja kami tidak mempunyai dana," katanya.
Sebelumnya, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal menyoroti pariwisata di OKU yang tak berkembang bahkan mengalami kemunduran.
Dia menyebut dinas pariwisata OKU saat ini tidak punya rasa memiliki. Rasa memiliki, kata Aufa merupakan kunci utama dalam memajukan dunia pariwisata.
”OKU Rasa memiliki tidak ada, anggaran itu bukan halangan. Mengelola pariwisata itu harus rajin komunikasi biar ide itu ada," kata Aufal.