Cegah Perdagangan Satwa Dilindungi, Tim Siber BKSDA Awasi Wilayah Sumsel dan Babel

Antara
BKSDA Sumsel siapkan tim siber untuk cegah perdagangan satwa ilegal. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Lewat program edukasi, masyarakat diharapkan memahami pentingnya pelestarian satwa liar sehingga tidak lagi memburu, memelihara, atau memperdagangkan satwa liar yang dilindungi.

Ujang mengatakan bahwa belakangan semakin banyak warga yang menyerahkan hewan peliharaan mereka ke BKSDA karena mengetahui bahwa binatang yang mereka pelihara tergolong satwa dilindungi.

Menurut dia, satwa yang diserahkan warga ke BKSDA antara lain simpanse, kukang, tupai, burung betet ekor panjang, dan burung elang. "Satwa itu kami karantina dulu sebelum ditranslokasikan," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Deteksi 2 Bibit Siklon Tropis, Ini Dampak bagi Sumsel Sepekan ke Depan

57 tahun lalu

Jelang Akhir Tahun, Sumsel Percepat Vaksinasi Warga Lanjut Usia

57 tahun lalu

Serius Berantas Narkoba, Polda Sumsel Tangkap 42 Tersangka di Sejumlah TKP

57 tahun lalu

Sejumlah Wilayah di Sumsel Berpotensi Hujan, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19, Salah Satunya Sumsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal