Karena sudah terlalu banyak jumlah daerah yang kerap dijadikan tempat aksi kejahatan, lanjut Tulus, para tersangka mengaku tidak mengingat lagi berapa kali mereka memecahkan kaca mobil untuk mengambil isinya.
Di dalam negeri komplotan ini pernah beraksi di Bangka Belitung, sebagian pulau Jawa, Kepulauan Riau, Batam dan terakhir di Ogan Ilir, Sumsel.
Sementara di luar negeri, mulai dari Asia Tenggara, kawasan Asia Timur. Mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, Brunai Darusallam, Myanmar, Timor Leste, Hongkong, Oman dan Taiwan.
"Kalau di luar negeri di antaranya Taiwan, Singapura, Thailand, Brunai Darusallam, Malaysia, Myanmar, Timor Leste, Hongkong dan Oman," kata AKBP Tulus Sinaga.
Terkait kasus tersebut, Tulus menyebutkan jika pihaknya baru mengamankan tiga orang tersangka. "Satu orang di antaranya meninggal dunia atas nama Aris. Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda dari hasil pengembangan kasus yang kita lakukan," katanya.