AS Putuskan Militer Myanmar Lakukan Genosida Terhadap Etnis Rohingya

Rahman Asmardika
Amerika Serikat tetapkan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap Rohingya genosida. (Foto: Ist)

Pejabat AS mengatakan bahwa Blinken memerintahkan "analisis hukum dan faktualnya sendiri", yang kemudian menyimpulkan tentara Myanmar melakukan genosida. Washington yakin pernyataan ini akan meningkatkan tekanan internasional untuk meminta pertanggungjawaban junta.

"Ini akan mempersulit mereka untuk melakukan pelanggaran lebih lanjut," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri yang tidak disebutkan namanya.

Pejabat di kedutaan Myanmar di Washington dan juru bicara junta tidak segera menanggapi email yang meminta komentar pada Minggu (20/3/2022).

Militer Myanmar telah membantah melakukan genosida terhadap Rohingya, yang ditolak kewarganegaraannya di Myanmar, dan mengatakan sedang melakukan operasi melawan teroris pada 2017.

Sebuah misi pencari fakta PBB menyimpulkan pada 2018 bahwa kampanye militer termasuk "tindakan genosida," tetapi Washington pada saat itu menyebut kekejaman itu sebagai "pembersihan etnis," sebuah istilah yang tidak memiliki definisi hukum di bawah hukum pidana internasional.

Penentuan genosida tidak secara otomatis melepaskan tindakan hukuman AS.

Sejak Perang Dingin, Departemen Luar Negeri telah secara resmi menggunakan istilah itu enam kali untuk menggambarkan pembantaian di Bosnia, Rwanda, Irak dan Darfur, serangan ISIS terhadap Yazidi dan minoritas lainnya, dan yang terbaru tahun lalu, atas perlakuan China terhadap Uighur dan kelompok minoritas lainnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baku Tembak dengan Polisi, 2 Pembobol Puluhan Rumah di Sumsel Tewas

57 tahun lalu

Polda Petakan Jalur Rawan Peredaran Narkoba di Sumsel, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Bertemu Wapres, Mantan Sekjen PBB Berharap Indonesia Angkat Konflik Myanmar Jadi Isu Global

57 tahun lalu

Kabar Baik, Utusan ASEAN Segera Kunjungi Myanmar untuk Mulai Proses Perdamaian

57 tahun lalu

Berani Beda, Myanmar Dukung Serangan Rusia ke Ukraina dan Puji Presiden Putin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal