Arkeolog Asing Soroti Sungai Musi yang Dianggap Pulau Emas Peninggalan Sriwijaya

Yudi Setyowibowo
Sisa-sisa kerajaan Sriwijaya yang digambarkan sebagai pulau emas mendapatkan sorotan dari arkeolog asing. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Penjualan artefak Sriwijaya yang ditemukan di Sungai Musi membuat peneliti sulit untuk mempelajarinya. Tetapi karena tidak adanya upaya akademis atau pemerintah yang sistematis untuk melindungi situs tersebut, beberapa artefak dibeli oleh kolektor yang berdedikasi yang berusaha untuk menyatukannya.

Kurangnya sumber daya yang dikhususkan untuk warisan budaya di Indonesia membuat survei arkeologis resmi di Musi akan sulit. "Sayangnya, moratorium tidak melindungi artefak Sungai Musi," kata Kingsley.

Kingsley mengatakan, mungkin belum terlambat bagi pemerintah atau kolektor kaya untuk membeli artefak untuk dipamerkan di museum. Melestarikan sisa-sisa terakhir kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang hilang ini untuk semua orang.

"Ini adalah peradaban besar terakhir yang hilang yang tidak pernah didengar siapa pun. Ada kewajiban untuk menyelamatkannya," kata Kingsley.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Minta Mahasiswa Pelaku Pengeroyokan di Politeknik Negeri Sriwijaya Menyerahkan Diri

57 tahun lalu

Pengeroyokan Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Diduga Diprovokasi Oknum Alumni

57 tahun lalu

Viral Mahasiswa Kena Keroyok di Kampus, Ini Tanggapan Politeknik Negeri Sriwijaya

57 tahun lalu

Underpass Sriwijaya dan Gatot Subroto Bakal Urai Kemacetan di Cimahi

57 tahun lalu

4 Terdakwa Korupsi Dana Hibah Masjid Raya Sriwijaya Dituntut 19 Tahun Penjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal