Selain mempertanyakan nominal yang fantastis, masyarakat juga bertanya kenapa hibah tersebut disalurkan melalui Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri. Beberapa saat usai menerima hibah secara simbolis, Irjen Pol Eko Indra menyebut, Akidi Tio pengusaha asal Aceh yang dikenalnya saat bertugas di tanah rencong.
Saat itu, Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, hibah tersebut merupakan amanah besar yang akan disalurkan secara bersama - sama dengan ahli yang ada di semua instansi seperti Pemprov Sumsel dan Kodam II Sriwijaya.
Indonesia digegerkan dengan tindakan yang dilakukan oleh keluarga seorang pengusaha almarhum Akidi Tio. Keluarga itu menyumbang bantuan dana penanggulangan Covid-19 untuk Sumsel sebesar Rp2 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun buka suara. Awal mula Mahfud menjelaskan, ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) ada seseorang yang mengaku memiliki uang satu koper dengan pecahan 1.000.000 dollar Amerika. Pengakuan orang itu, sambung Mahfud membuatnya ditertawakan Bank Indonesia karena tidak ada dollar pecahan sebesar itu.
Sejak awal, sepertinya mantan Ketua MK ini tidak begitu yakin dengan hibah Rp2 trilun ini. Terbukti dari akun Twitter pribadinya, Senin (26/8) pagi, Mahfud telah menyinggung hibah dengan nominal fantastis ini. "Ada juga yang minta dibantu menggali harta karun, tapi tak jelas. Semoga yang Akidi Tio ini nyata," katanya.