Namun Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang Mirza Susanty menyebut kendala tersebut sudah teratasi setelah pemerintah pusat mengizinkan data penerima vaksin boleh diambil dari sistem informasi SDM (SISDMK) kesehatan.
"Mulai hari ini sudah ada peningkatan, jika kemarin masih 600 orang dalam sehari maka hari ini sudah bisa 1.130 orang dalam sehari," kata Mirza.
Penggunaan data SISDMK juga membuat proses vaksinasi lebih efisien karena calon penerima hanya perlu membawa KTP untuk verifikasi data tanpa harus lebih dulu menerima SMS blast.