Tradisi Pacu Jawi, Berawal dari Bajak Sawah hingga Jadi Lomba Adu Cepat Sapi 

Nur Ichsan Yuniarto
Tradisi Pacu Jawi merupaka perlombaan yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Kemdikbu)

Ternyata cara itu berhasil. Keberhasilan Tantejo Gurhano tersebar ke lingkungan sekitar dan daerah lain, sehingga masyarakat mengikuti metode yang digunakan oleh Tantejo dalam membajak sawah. Jadi, pacu jawi berasal dari upaya para petani pada zaman dulu untuk menemukan cara membajak sawah.

Sementara itu, untuk acara Pacu Jawi,  sepasang sapi berlari di lintasan sawah berlumpur dengan panjang sekitar 60–250 meter.

Di belakang sapi berdiri seorang joki yang memegang kedua sapi. Meski namanya mengandung arti balapan, tapi ternyata sapi-sapi hanya dilepas sepasang tanpa lawan tanding.

Nantinya, setiap pasang sapi berlari secara bergiliran, sementara penonton menilai sapi-sapi tersebut. Penilaian ini berdasarkan kecepatan dan kemampuan berjalan lurus serta beriringan.

Selain itu ditandai dengan besarnya lumpur yang berterbangan. Nantinya, sapi pemenang akan menjadi sapi unggulan. Bahkan harganya melambung tinggi melebihi harga pasaran.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Desa Cikaso Kuningan Catat Rekor Kurban 28 Sapi, Daging Berlimpah Dibagikan ke Warga

57 tahun lalu

Gunung Marapi Meletus Siang Ini, Kolom Abu Tertutup Kabut Kebal

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,5 Guncang Dharmasraya Sumbar

57 tahun lalu

Tragis! Lansia Hilang Sepekan di Agam Ditemukan di Dasar Ngarai Sedalam 60 Meter

57 tahun lalu

Longsor Bukik Malalo Tutup Aliran Sungai, Warga Tanah Datar Khawatir Banjir Bandang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal