“Ketika saya pertama sadar, terutama setelah mengetahui tentang kondisi ini, saya merasa takut. Saya sering mengalami mimpi buruk,” ujar Yi, seperti dilaporkan dilaporkan kembali The Sun, Selasa (21/4/2020).
Song Jianxin, pakar penyakit menular di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, menjelaskan, organ vital Yi rusak selama pertempuran hidup dan mati yang dijalaninya.
Zat besi, yang seharusnya disimpan di lever Yi, malah membanjiri pembuluh darah karena kegagalan fungsi organ.
Kondisi ini, kata Song, dapat mengubah warna kulit dan meningkatkan pigmentasi wajah.
Namun analisis berbeda disampaikan Li Shusheng, dokter yang merawat Hu. Li mengtakan, kulit pasiennya berubah menjadi lebih gelap akibat pengaruh obat yang pertama kali dikonsumsi. Belum terungkap apa obat apa yang diberikan di rumah sakit saat itu.