Solok Selatan Heboh Kemunculan Aliran Pelindung Kehidupan, Sholat Tidak Wajib

Antara
Ilustrasi aliran kepercayaan Pelindung Kehidupan di Solok Selatan, Sumbar. (Foto: Pixabay)

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solok Selatan masih menunggu kajian lebih lanjut dari FKUB dan Pakem untuk menentukan sesat atau tidaknya aliran Pelindung Kehidupan tersebut.

"Sekarang informasi yang didapat baru dari mulut ke mulut dan perlu dilihat apakah ada ADART atau aturan beribadahnya secara tertulis. Kami masih harus ditelusuri lagi sehingga menunggu kajian dari FKUB dan Pakem," kata Ketua MUI Solok Selatan Syarkawi Aziz.

Setelah ada kajian dari FKUB dan Pakem, baru MUI akan memanggil untuk dilakukan sidang majelis. Namun dia memastikan  MUI tetap memantau aliran Pelindung Kehidupan tersebut.

"Kami masih menunggu pengkajian dan panggilan dari Pakem untuk dilakukan sidang majelis," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

310 Rumah Rusak Terdampak Bencana Sumatera Dapat Bantuan dari BNPB

57 tahun lalu

Kata MUI soal Nikah Siri di KUHP Baru Bakal Dipidana: Bertentangan Hukum Islam

57 tahun lalu

Presiden Prabowo Cek Penanganan Bencana dan Pemulihan Infrastruktur di Sumbar

57 tahun lalu

Update Korban Galodo Agam, 192 Orang Tewas dan 70 Hilang

57 tahun lalu

Akses Jalan di Sumbar Sudah Terbuka, Daerah Terdampak Banjir Kini Bisa Dijangkau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal