Dengan kondisi itu, ikan menjadi pusing dan mengapung ke permukaan danau vulkanik itu setelah oksigen berkurang di dasar danau. Setelah itu ikan mati massal dan bangkai ikan mengapung di dalam keramba jaring apung.
"Total kerugian petani akibat kematian itu sekitar Rp20 juta dan bangkai ikan telah di keluarkan dari dalam danau," katanya.
Ermanto mengimbau nelayan untuk memanen ikan untuk dipindahkan ke kolam air deras dalam mengantisipasi kerugian cukup besar, apalagi potensi kematian ikan itu masih besar, sementara angin masih kencang melanda daerah itu.