Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), evaluasi atau penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta mendesak pemerintah melakukan koreksi kebijakan guna memperkuat nilai tukar rupiah.
Panitia memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai 780 orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa.
Sementara itu, aparat gabungan menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan kelancaran penyampaian aspirasi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pengamanan dipusatkan di sepanjang rute long march hingga kawasan Kantor DPRD Kota Bukittinggi. Dengan pengerahan ratusan personel gabungan, aparat berharap aksi dapat berlangsung aman, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.