Dony melanjutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku Wynda Susanti selama ini mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya berpangkat AKBP.
"Pelaku mengaku bisa meluluskan calon siswa Bintara Polri. Dia meminta uang ke korban Rp100 juta. Alasannya untuk pelicin," kata dia.
Namun, setelah memberikan uang secara bertahap lewat transfer ATM, anak korban tak kunjung masuk menjadi polisi. Tak terima menjadi korban penipuan, korban akhirnya lapor ke polisi.
"Untuk meyakinkan korban, pelaku kerap memamerkan foto menggunakan pakaian dinas Polisi yang diedit dengan aplikasi," katanya.
Lebih lanjut Dony mengatakan, tercatat ada empat korban dari Polwan gadungan ini. Dua warga Kabupaten Limapuluh Kota dan satu warga Payakumbuh, Sumbar.
"Kemudian satu warga Muara Enim Sumsel. Kerugian mencapai ratusan juta," kata dia.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus penipuan ini untuk mengetahui adanya korban-korban lainnya.