Kasmiwarni kemudian dipaksa untuk memberikan nomor pin ATM-nya. Dia juga dipaksa menyerahkan barang-barangnya, serta perampok mengambil perhiasan sekitar lima emas.
"Barang yang dirampok berupa telepon genggam, uang senilai Rp1,5 juta dan perhiasan sekitar lima emas," ucapnya.
Setelah itu Kaswimarni diturunkan di pinggir jalan di daerah Padang. Saat itulah ada warga menolongnya dan dibawa ke Puskesmas Lubuk Buaya sebagai pertolongan pertama.
"Alhamdulillah sekarang beliau sudah boleh pulang dan dirawat di rumah. Namun sepertinya masih trauma atas kejadian yang menimpanya," kata Maryeti.
Terkait kejadian perampokan tersebut, informasi yang didapatkannya pihak keluarga sudah melaporkan ke polisi.
"Namun kami belum mendapatkan perkembangan laporannya apa pelaku sudah ditemukan atau belum," ujarnya.