"Pertemuan tersebut diadakan dalam rangka mengantisipasi jatuhnya korban yang disupervisi dan edukasi oleh kita dari BKSDA melalui telepon dan WA," ujar dia.
Dia menjelaskan, pada Senin (18/7) kemarin tim WRU dan TKW Barisan Solok melakukan identifikasi dan verifikasi di lokasi konflik satwa liar tersebut.
Selain itu, Tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama jajaran Polres Solok juga telah melakukan monitoring ke wilayah tersebut.
Tim BKSDA Sumbar juga melakukan melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga Nagari Gantung Ciri di ruang pertemuan kantor wali nagari dan di lapangan atau lokasi konflik satwa liar Harimau Sumatera.
Tim BKSDA akan mencari cara penanggulangan harimau tersebut apakah dengan letusan dan bunyi-bunyian atau dengan membuat perangkap.
Afrilius mengimbau kepada warga yang berladang di sekitar lokasi agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas.
"Jangan pergi ke ladang sendirian. Apabila ke ladang selalu pergi lebih dari dua orang guna meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.